Pemasangan hydrant pemadam kebakaran harus dilakukan oleh teknisi ahli yang profesional dan berpengalaman di bidangnya. Hal ini karena pemasangan hydrant harus sesuai dengan peraturan SNI yang berlaku di Indonesia.

Jika tidak sesuai dengan aturan SNI, besar kemungkinan pemasangan hydrant tersebut tidak mampu bekerja dengan optimal. Oleh karena itu, instalasi hydrant harus selalu menerapkan standar SNI. Lalu, apa saja peraturan SNI tentang pemasangan hydrant?

Pemasangan Hydrant Sesuai Standar SNI

pemasangan hydrant standar nfpa

Instalasi fire hydrant harus dilakukan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku secara nasional di Indonesia. Standar ini ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Standar SNI tentang pemasangan instalasi hydrant antara lain:

  • SNI 03-1735-2000
    SNI 03-1735-2000 adalah standar tentang tata cara perencanaan akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Standar ini menjadi acuan untukt proses perencanaan jalan lingkungan dan akses ke bangunan. Penerapan standar ini bertujuan agar operasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan bisa lebih efektif.
  • SNI 03-1745-2000
    SNI 03-1745-2000 merupakan standar yang mengatur tentang tata cara perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang hydrant untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Peraturan ini mencakup syarat minimal untuk instalasi sistem hydrant dan pipa tegak pada gedung atau bangunan.
  • SNI 03-3989-2000
    SNI 03-3989-2000 adalah standar tentang tata cara perencanaan dan pemasangan sistem sprinkler otomatik untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung. Sasaran dari standar ini adalah mencakup penyediaan instalasi alat pemadam kebakaran untuk gedung bertingkat, industri, dan jenis bangunan lain yang sesuai dengan klasifikasi sifat hunian.

Komponen Utama Pemasangan Hydrant Pemadam Kebakaran

pemasangan hydrant standar sni

Pemasangan hydrant pemadam kebakaran terbilang sangat kompleks karena melibatkan banyak komponen di dalamnya. Setiap komponen hydrant memegang peran penting dan saling terintegrasi satu sama lain. Komponen utama pada pemasangan fire hydrant antara lain sebagai berikut.

  • Water Reservoir
    Fire hydrant system membutuhkan media air bertekanan untuk dapat memadamkan api kebakaran. Water reservoir adalah komponen yang menjadi sumber atau penyedia air untuk fire hydrant. Jumlah air yang tersimpan dalam water reservoir sesuai dengan kebutuhan hydrant dan luas bangunan.
  • Hydrant Pillar
    Pemasangan hydrant juga dilengkapi dengan komponen hydrant pillar yang berfungsi sebagai tempat keluarnya media air dari sistem hydrant. Pasokan air dari ground tank akan melewati jaringan perpipaan menuju ke hydrant pillar. Nah, hydrant pillar inilah yang akan mengalirkna media air menuju ke sumber kebakaran.
  • Hydrant Pump
    Pemasangan atau instalasi hydrant dilengkapi dengan ruang pompa yang berisi komponen utama fire hydrant. Mulai dari pompa hydrant, panel control, hingga beragam jaringan perpipaan. Semua komponen tersebut bekerja sebagai mesin penggerak dalam distribusi media air hydrant. Pompa hydrant terdiri dari tiga jenis, yaitu jockey pump, electric pump, dan diesel pump.
  • Hydrant Box
    Hydrant box merupakan komponen hydrant yang berfungsi untuk menyimpan aksesoris pemadam kebakaran. Komponen ini berisi hose nozzle, fire hose reel, dan hose rack. Dengan adanya hydrant box, maka alat-alat pemadaman kebakaran bisa tersimpan pada tempat yang aman.

Optimalkan Instalasi Fire Hydrant dengan Firefix!

pemasangan hydrant sertifikasi UL FM

Selain harus sesuai dengan aturan SNI, pemasangan hydrant pemadam kebakaran juga harus menggunakan produk berkualitas. Tujuannya agar fungsi fire hydrant bisa berjalan lebih optimal.

Fire Hydrant Firefix merupakan solusi terbaik untuk mengoptimalkan fungsi hydrant pemadam kebakaran. Firefix menyediakan beragam produk hydrant yang berstandar NFPA dan bersertifikasi UL FM. Berikut produk hydrant yang tersedia di Firefix.

Pemasangan hydrant juga akan lebih optimal karena Firefix didukung oleh teknisi ahli yang profesional dan berpengalaman. Seluruh kegiatan pemasangan fire hydrant selalu mengacu pada standar SNI dan NFPA, sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

aplikasi welmo

Firefix juga menghadirkan inovasi baru yang akan mempermudah pemilik hydrant dalam melakukan monitoring, pengecekan hydrant, dan service hydrant. Inovasi tersebut berupa aplikasi monitoring hydrant pertama di Indonesia bernama Welmo.

Aplikasi Welmo memungkinkan pemilik hydrant untuk memantau fire hydrant system secara real time, kapan saja dan dari mana saja. Hanya dengan smartphone, semua hal yang terjadi pada hydrant akan ternotifikasi secara real time.

Hal-hal yang akan ternotifikasi oleh aplikasi Welmo antara lain:

  • Pompa hydrant aktif
  • Hydrant pillar bocor
  • Pasokan air pada water reservoir menurun
  • Terjadi kebocoran pada jaringan perpipaan
  • Terjadi kebakaran pada area yang terproteksi
  • Adanya kerusakan pada instalasi hydrant

Pemasangan hydrant pemadam kebakaran tentu akan lebih optimal jika terintegrasi dengan Welmo. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih fire hydrant Firefix agar pemasangan hydrant bisa ternotifikasi langsung pada aplikasi. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai pemasangan hydrant yang Anda butuhkan, langsung saja hubungi kontak kami!

Recommended Posts

Leave a Comment

0