Ada beberapa jenis alat pemadam kebakaran yang bisa digunakan untuk proteksi gedung dari kebakaran. Alat pemadam api ringan (APAR) berbentuk tabung yang umumnya berwarna merah. Fungsi alat pemadam kebakaran ini adalah untuk memadamkan api kecil sebelum membesar dan sulit dikendalikan.
Berapa jenis alat pemadam api? Berdasarkan bahan pemadam api yang digunakan, jenis alat pemadam kebakaran ada empat. Jenis APAR tersebut memiliki fungsi yang berbeda untuk memadamkan kebakaran sesuai dengan kelas kebakaran yang terjadi. Berikut penjelasan lengkapnya.
Alat pemadam api powder menggunakan media dry chemical powder, yaitu kombinasi dari ammonium sulphate dan mono-ammonium phosphate. Cara kerja powder adalah menyelimuti api dan memutus pasokan oksigen. Jika pasokan oksigen terhalang, maka reaksi kimia pada segitiga api terputus dan api bisa langsung padam.
APAR foam menggunakan bahan kimia berbentuk busa atau foam (Aqueous Film Forming Foam). Media foam menyelimuti titik api, sehingga pasokan oksigen ke titik api terputus. Proses pembakaran akan berhenti dan api akan segera padam. APAR foam tidak boleh digunakan untuk mengatasi kebakaran yang melibatkan listrik.
Alat pemadam kebakaran ini menggunakan bahan gas karbon dioksida (CO2) sebagai agen pemadamnya. APAR CO2 merupakan jenis alat pemadam api clean agent karena tidak meninggalkan residu. Gas karbon dioksida (CO2) bisa menghilangkan oksigen yang terdapat di area titik api. Hal ini membuat api tidak mendapatkan pasokan oksigen, sehingga api akan padam.
APAR liquid gas adalah alat pemadam kebakaran yang menggunakan media gas cair. Media berbentuk cair saat berada di dalam tabung, kemudian akan menjadi gas jika disemprotkan ke udara. Salah satu jenis media gas cair adalah HFC-227 yang bersifat ramah lingkungan.
Sama seperti APAR CO2, alat pemadam api liquid gas bersifat clean agent yang cocok untuk memproteksi ruangan yang sensitif seperti ruang komputer, ruang server, ruang panel listrik, ruang arsip, laboratorium, dll.
Alat pemadam kebakaran terdiri dari beberapa jenis berdasarkan kelas kebakaran yang diproteksi. Ada 4 kelas kebakaran di Indonesia, yaitu kebakaran kelas A, B, C, dan D. Keempat jenis kebakaran tersebut dibedakan berdasarkan penyebab atau bahan yang terbakar. Jenis APAR kelas A B C D dan fungsinya adalah sebagai berikut.
Jenis alat pemadam kebakaran harus digunakan sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi. Oleh karena itu, gunakan alat pemadam api yang tepat agar api bisa dipadamkan dengan cepat. Pilih APAR Firefix yang telah teruji dan tersertifikasi Lab Damkar DKI Jakarta. Dapatkan APAR Firefix semua jenis media di sini!
Kak Nita merupakan Fire Protection Specialist di Firefix.id yang akan membantu siapa saja untuk memahami tentang fire extinguisher, fire hydrant, dan fire system melalui artikel yang ditulis di situs ini.
Hydrant box adalah kotak penyimpanan perlengkapan hydrant, seperti fire hose, nozzle, valve, dan aksesori pendukung…
Selang pemadam kebakaran memegang peran penting dalam sistem proteksi kebakaran karena komponen ini mengalirkan air…
Distributor fire hydrant menjadi salah satu hal penting yang perlu kamu perhatikan saat membangun sistem…
Hydrant box menjadi komponen penting dalam sistem hydrant gedung dengan jenis-jenis yang beragam. Perangkat ini…
Fire hydrant bukan sekadar pilar merah yang berdiri di halaman gedung. Lebih dari itu, sistem…
Fungsi hydrant box terlihat sederhana, tetapi perannya sangat krusial saat kebakaran terjadi. Dalam kondisi darurat,…