Kalau kamu bertanggung jawab atas sistem proteksi gedung, kamu wajib tahu bahwa pengecekan APAR bukan sekedar formalitas. Jika kamu abai dalam melakukan pengecekan tabung pemadam secara rutin, APAR milikmu bisa berisiko gagal berfungsi saat keadaan darurat.

Yuk, pelajari langkah lengkap cara pengecekan APAR di artikel ini biar alat pemadammu selalu siap siaga saat darurat!

Jangan Anggap Sepele! Ini Alasan Pentingnya Melakukan Inspeksi APAR Secara Berkala

Inspeksi APAR adalah proses pemeriksaan untuk memastikan tabung pemadam api ringan masih berfungsi optimal dan aman digunakan. Pemeriksaan ini meliputi kondisi fisik tabung, tekanan, kelengkapan bagian APAR, hingga kualitas media di dalamnya. Sehingga, kamu bisa mendeteksi lebih awal potensi kerusakan APAR milikmu.

Jadi, simak kenapa inspeksi APAR bisa menyelamatkan gedungmu dari risiko besar berikut ini!

  • Menjamin Fungsi Pemadaman Tetap Optimal: Media di dalam tabung bisa menggumpal, menguap, atau berkurang tekanannya seiring waktu.
  • Mencegah Potensi Bahaya: APAR rusak atau bocor bisa membahayakan pengguna saat tertekan.
  • Memenuhi Standar Keselamatan Kerja: Pemeriksaan berkala adalah syarat wajib sesuai Permenakertrans No.4 Tahun 1980.
  • Membantu Perencanaan Anggaran Perawatan: Kamu bisa tahu kapan waktunya refill, servis, atau penggantian unit dari hasil inspeksi.

Waktu Ideal Pengecekan APAR, Jangan Sampai Terlewat!

Tanda inspeksi APAR.

Menurut Permenakertrans No. 4 Tahun 1980, setiap APAR wajib melakukan pengecekan minimal setiap 6 bulan dan 12 bulan sekali oleh teknisi yang berkompeten. Apa saja pengecekan yang harus dilakukan? Simak penjelasannya berikut ini!

  • Pengecekan setiap 6 bulan: Pemeriksaan ini berfokus pada kondisi visual dan komponen eksternal untuk memastikan APAR tidak bermasalah saat diperlukan.
  • Pengecekan setiap 12 bulan: Pemeriksaan tahunan lebih mendalam dan dilakukan untuk memastikan kelayakan APAR secara menyeluruh.

Cara Pengecekan APAR sesuai Standar Permenakertrans No. 4 Tahun 1980

Cara pengecekan APAR dan perawatannya.

Pemeriksaan APAR tidak bisa kamu lakukan sembarangan. Ada aturan resmi Permenakertrans No. 4 Tahun 1980 yang menjadi acuan agar alat pemadam api ringan selalu dalam kondisi layak dan aman. Simak regulasinya berikut ini!

1. Pemeriksaan Tekanan Tabung

Langkah pertama dalam cara pengecekan APAR adalah memastikan tekanan di dalam tabung untuk menentukan seberapa kuat media pemadam keluar saat digunakan. Namun, setiap jenis APAR punya cara pemeriksaan tekanan yang berbeda. Simak lebih lanjut dalam penjelasan berikut ini!

  • APAR Stored Pressure: Tekanan APAR tipe ini bisa kamu perhatikan pada jarum manometer. Apabila jarum manometer berada di luar area hijau, kamu harus segera melakukan servis atau pengisian ulang.
  • APAR Cartridge: Pemeriksaan tekanan tidak bisa dilakukan langsung dari manometer karena tabung tekanannya terpisah di dalam. Maka, pengecekan harus dilakukan oleh teknisi profesional agar hasilnya akurat dan aman.

Tekanan APAR-mu berkurang? Segera dapatkan layanan pengisian ulang APAR dengan media berkualitas dan di sini!

2. Pemeriksaan Fisik Tabung

Walau terlihat sederhana, kondisi fisik tabung punya peran besar dalam menjaga tekanan tetap stabil serta mencegah kebocoran media pemadam. Pemeriksaan fisik berguna untuk mendeteksi tanda-tanda kerusakan yang bisa menurunkan kinerja alat dengan:

  • memastikan tidak ada kerusakan pada badan tabung yang melemahkan struktur logam,
  • mengecek pegangan, pin pengaman, dan segel untuk memastikan APAR belum digunakan,
  • melihat bagian dasar tabung yang bisa menyebabkan kebocoran perlahan,

3. Pemeriksaan Selang dan Nozzle

Selang dan nozzle ini berfungsi sebagai jalur keluarnya media pemadam dari tabung. Jika salah satunya tersumbat atau rusak, seefektif apa pun media di dalam tabung, api tidak akan bisa padam dengan baik. Pemeriksaan selang dan nozzle harus kamu lakukan secara teliti dengan langkah-langkah:

  • memeriksa kondisi selang secara visual untuk memastikan selang dalam kondisi yang baik dan aman,
  • lenturkan selang perlahan apabila selang terasa keras atau kaku, segera jadwalkan penggantian,
  • memastikan sambungan selang ke tabung rapat karena sambungan yang longgar dapat menyebabkan media bocor,
  • memeriksa kotoran pada mulut pancar (nozzle) yang menyumbat lubangnya,
  • melakukan uji hembus ringan dengan tekanan udara rendah untuk memastikan saluran tidak tersumbat.

4. Pemeriksaan Media Pemadam

Media pemadam adalah komponen utama yang menentukan efektivitas alat saat memadamkan api. Karena itu, memastikan media APAR dalam kondisi baik adalah bagian penting dari cara pengecekan APAR. Namun, setiap jenis APAR punya karakteristik dan cara pemeriksaan yang berbeda:

  • guncangkan ringan tabung APAR powder untuk memastikan tidak ada gumpalan,
  • timbang berat tabung APAR CO₂ untuk memastikan tidak ada kebocoran gas,
  • cek volume dan kebersihan cairan pada APAR foam dan liquid gas. 

5. Pemeriksaan Penempatan APAR

Pastikan penempatan alat pemadam api ringan tepat dan benar. Sehingga, pengguna dapat menemukan APAR dengan cepat saat keadaan darurat dengan penempatan sebagai berikut:

  • tempatkan pada ketinggian 15–125 cm dari lantai.
  • mudah terlihat, mudah dijangkau, dan tidak terhalang benda, 
  • tempatkan di area rawan kebakaran seperti dekat panel listrik, dapur, atau ruang mesin,
  • untuk area luar ruangan, gunakan box APAR agar tabung terlindung dari panas dan hujan.
  • pastikan ada rambu atau signage APAR yang jelas.

6. Dokumentasi Inspeksi

Dokumentasi inspeksi adalah bagian penting dalam cara pengecekan APAR karena menjadi bukti bahwa inspeksi alat sudah sesuai dengan jadwal dan berada dalam kondisi layak pakai. Tanpa pencatatan yang rapi, kamu tidak akan punya dasar untuk mengetahui data inspeksi APAR yang berisi:

  • tanggal pemeriksaan terakhir dan berikutnya,
  • nama petugas yang melakukan inspeksi,
  • kondisi tabung dan hasil pemeriksaan,
  • tindakan lanjutan seperti refill, servis, atau penggantian.

Awas Salah! Hindari Kesalahan Umum Saat Melakukan Pengecekan APAR

Pemeriksaan alat pemadam api.

Meskipun pemeriksaan telah kamu lakukansecara rutin, namun APAR tidak dapat berfungsi apabila kamu melakukan kesalahan sekecil apapun. Kesalahan ini biasanya muncul karena pemeriksaan terburu-buru, tidak mengikuti standar, atau hanya fokus pada bagian luar tabung saja. Nah, berikut kesalahan umum yang perlu kamu hindari:

  • mengabaikan pencatatan hasil inspeksi,
  • hanya memeriksa tekanan tanpa melihat kondisi media,
  • menunda perbaikan meski sudah ada indikasi kerusakan,
  • tidak mengecek kelengkapan komponen kecil,
  • penempatan APAR tidak sesuai standar,
  • melewatkan jadwal pemeriksaan rutin.

Cara Mudah & Praktis Inspeksi APAR Pakai QR Code Canggih

Cara inspeksi apar terintegrasi digital.

Pernah kehilangan kartu pemeriksaan APAR karena terlalu banyak dokumen di lapangan? Sekarang kamu bisa melakukan inspeksi APAR lebih mudah dan praktis berkat APAR Firefix yang telah terintegrasi dengan teknologi QR code canggih dari Firecek. Jadi, kamu bisa mendapatkan berbagai fitur unggulan:

  • semua informasi inspeksi APAR tersimpan otomatis dalam satu akun,
  • notifikasi otomatis jadwal inspeksi atau masa berlaku APAR hampir habis,
  • analisis risiko kebakaran yang menampilkan laporan potensi risiko kebakaran di area tertentu,
  • hasil laporan inspeksi yang dapat kamu unduh dan bagikan langsung ke timmu,
  • transparansi maintenance yang tercatat otomatis membuat pemeliharaan APAR lebih transparan dan proses audit lebih mudah.

Dengan inspeksi rutin dan dokumentasi yang rapi, kamu bisa menjaga seluruh sistem proteksi kebakaran tetap optimal dan efisien kapan saja. Langkah kecil ini berdampak besar dalam memastikan keamanan penghuni dan aset gedung. Maka dari itu, pastikan kamu selalu melakukan inspeksi APAR milikmu secara rutin.

Jangan tunggu sampai darurat! Segera konsultasikan pemeriksaan APAR milikmu dengan teknisi ahli berpengalaman dan dokumentasi terintegrasi digital lewat kontak ini!

Recommended Posts

Leave a Comment

0