Salah satu aspek penting dari keselamatan kebakaran adalah keberadaan APAR. Namun, memiliki APAR saja tidak cukup. Harus ada tanda pemasangan APAR untuk memberikan petunjuk yang jelas terkait keberadaan APAR tersebut saat keadaan darurat.

Kenapa Tanda Pemasangan APAR Itu Penting?

Tanda pemasangan APAR adalah simbol atau petunjuk visual yang digunakan untuk menunjukkan lokasi APAR di suatu area atau bangunan. Berikut adalah fungsi tanda APAR yang menjadikan komponen ini sangat penting dalam keselamatan kebakaran:

1. Memberikan Petunjuk yang Jelas

tanda pemasangan apar rekomendasi damkar

Tidak semua orang familiar dengan tata letak suatu bangunan. Tanda pemasangan APAR memberikan petunjuk yang jelas bagi siapa saja yang berada di lokasi, termasuk tamu atau pengunjung yang mungkin belum pernah ke tempat tersebut sebelumnya.

2. Menghemat Waktu dalam Keadaan Darurat

Kebakaran bisa menyebar dengan cepat, dan setiap detik sangat berharga. Tanda yang jelas dan mudah dilihat memastikan bahwa orang bisa menemukan APAR dengan cepat, sehingga tindakan pemadaman dapat segera dilakukan.

3. Meningkatkan Kepatuhan Terhadap Peraturan

Permenakertrans No 4 Tahun 1980 mewajibkan pemasangan tanda APAR. Tanda ini harus terlihat jelas dan mudah dibaca. Mematuhi standar ini tidak hanya menjaga keselamatan, tetapi juga mencegah potensi sanksi yang mungkin timbul akibat ketidakpatuhan.

4. Memastikan Ketersediaan dan Kondisi APAR

Tanda pemasangan APAR juga berfungsi sebagai pengingat rutin untuk memeriksa kondisi dan ketersediaan APAR. Jika tanda ini ditempatkan dengan benar dan diperhatikan secara berkala, manajemen dapat memastikan bahwa APAR selalu dalam kondisi siap pakai.

5. Mengurangi Kepanikan Selama Kejadian Kebakaran

Dalam situasi kebakaran, kepanikan bisa menjadi musuh terbesar. Tanda pemasangan APAR yang jelas dan terlihat dapat membantu mengurangi kepanikan dengan memberikan petunjuk yang jelas tentang tindakan yang harus diambil.

Desain dan Spesifikasi Tanda Pemasangan APAR Menurut Permenakertrans No 4 Tahun 1980

Permenakertrans No 4 Tahun 1980 memberikan panduan yang jelas tentang tanda pemasangan APAR. Berikut desain dan spesifikasi tanda APAR untuk memastikan bahwa alat pemadam api ini dapat ditemukan dengan cepat dan efektif dalam situasi darurat:

1. Bentuk Tanda APAR

Tanda pemasangan APAR harus berbentuk segitiga sama sisi dengan warna dasar merah. Bentuk ini dipilih karena segitiga adalah salah satu bentuk yang mudah dikenali dan secara psikologis dapat menarik perhatian, terutama dalam keadaan darurat.

2. Ukuran Tanda APAR

tanda pemasangan apar menurut permenaker

Setiap sisi segitiga harus berukuran 35 cm. Ukuran ini cukup besar untuk memastikan tanda dapat terlihat dengan jelas dari jarak yang wajar. Tentunya ukuran tanpa pemasangan APAR ini masih ideal dan tidak akan mengganggu estetika ruangan tempat APAR dipasang.

3. Huruf pada Tanda APAR

Tanda APAR harus memiliki huruf dengan tinggi 3 cm yang berwarna putih. Warna putih pada huruf kontras dengan warna merah dasar, membuat tulisan mudah dibaca. Tinggi huruf 3 cm dipilih agar informasi yang tertulis dapat terbaca dengan jelas dan cepat.

4. Tanda Panah pada Tanda APAR

Selain huruf, tanda APAR juga harus dilengkapi dengan tanda panah berwarna putih dengan tinggi 7,5 cm. Tanda panah ini berfungsi sebagai petunjuk arah menuju lokasi APAR, sehingga memudahkan orang untuk menemukannya dengan cepat dalam situasi darurat.

5. Tinggi Pemasangan Tanda APAR

Jarak pemasangan tanda APAR harus 125 cm dari dasar lantai, tepat di atas satu atau kelompok alat pemadam api ringan yang bersangkutan. Tinggi ini dipilih untuk memastikan memastikan bahwa tanda tersebut selalu terlihat dan mudah diakses oleh orang dewasa.

Berapa Jarak Pemasangan APAR dari Lantai?

Selain tanda APAR, jarak pemasangan APAR dari lantai juga penting untuk diperhatikan. Ketinggian APAR dari lantai yang ideal juga diatur oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 4 Tahun 1980. Lalu, berapa ketinggian APAR dari lantai?

tanda pemasangan APAR garansi 5 tahun

Berdasarkan Permenakertrans No. 4 Tahun 1980, pemasangan APAR harus dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian paling atas (puncaknya) berada pada ketinggian 1,2 meter dari permukaan lantai.

Ketinggian ini dipilih dengan pertimbangan bahwa pada tinggi tersebut APAR dapat dijangkau dengan mudah oleh orang dewasa tanpa harus membungkuk atau meraih terlalu tinggi. Hal ini sangat penting dalam situasi darurat di mana setiap detik sangat berharga.

Penempatan APAR pada ketinggian yang sesuai juga mengurangi risiko cedera akibat posisi tubuh yang tidak nyaman saat mengambil alat pemadam api. Ini penting untuk memastikan bahwa siapapun dapat menggunakan APAR dengan aman dan cepat.

Untuk jenis APAR tertentu, seperti APAR CO2 dan powder, peraturan ini memberikan kelonggaran dalam pemasangan. APAR jenis ini dapat ditempatkan lebih rendah dari dengan syarat bahwa jaraknya tidak kurang dari 15 cm dari permukaan lantai.

Ketentuan ini dibuat karena jenis APAR ini mungkin lebih berat atau lebih besar, sehingga lebih mudah diakses dengan posisi yang lebih rendah. Jadi, untuk ketinggiannya sendiri bisa disesuaikan dengan jenis APAR dan berat tabung pemadam tersebut.

Cara Pemeriksaan APAR Agar Selalu Siap Digunakan Saat Dibutuhkan

tanda pemasangan apar harus diperiksa rutin setiap bulan

Untuk memastikan APAR selalu dalam kondisi siap pakai, menyediakan APAR saja nggak cukup. Kamu dan tim harus rutin melakukan pemeriksaan APAR. Menurut Permenakertrans No 4 Tahun 1980, inspeksi APAR harus dilakukan minimal setiap 6 bulan yang meliputi:

  • Periksa Segel dan Pin Pengaman: Pastikan segel dan pin safety tidak rusak atau hilang. Segel yang utuh menandakan bahwa APAR belum pernah digunakan.
  • Periksa Indikator Tekanan: Pastikan jarum indikator tekanan berada dalam area hijau. Indikator yang berada di luar area hijau menandakan APAR perlu diisi ulang atau diperbaiki.
  • Periksa Kondisi Fisik Tabung: Periksa tabung APAR dari karat dan penyok. Pastikan juga bahwa label dan instruksi penggunaan masih terbaca dengan jelas.
  • Periksa Tanda Pemasangan APAR: Pastikan tanda APAR berada pada posisi yang sesuai standar, yaitu 125 cm dari dasar lantai. Pastikan tanda tersebut masih jelas terlihat dan tidak tertutup oleh barang lain.

Itu dia beberapa cara inspeksi APAR yang harus kamu lakukan. Tapi, pernah gak sih kamu kerepotan saat inspeksi dengan kartu APAR manual? Harus menulis di kertas, belum lagi kalau kertas catatan inspeksi APAR itu hilang, pasti repot banget, kan?

tanda pemasangan apar terintegrasi dengan aplikasi manajemen apar di hp

Jangan khawatir! Sekarang saatnya kamu beralih ke inspeksi APAR digital bersama Firecek. Firecek adalah Aplikasi Sistem Proteksi Kebakaran No.1 di Indonesia untuk membantu memantau, mengecek, dan mengelola APAR dengan fitur-fitur canggih seperti:

  • Pemantauan dan Pengecekan Digital: Menggunakan Firecek, data APAR dapat disimpan secara digital, memudahkan pemantauan dan pengecekan berkala.
  • Checklist Inspeksi Digital: Menyediakan checklist inspeksi yang dapat diakses dan diisi secara digital, memastikan semua aspek pemeriksaan tercakup.
  • Laporan Inspeksi Real-time: Menyediakan laporan inspeksi secara real-time, memudahkan manajemen dalam mengambil tindakan cepat jika diperlukan.

Canggih banget, kan? Hebatnya lagi, APAR Firefix juga terintegrasi dengan Firecek. Firefix adalah alat pemadam api berteknologi tinggi yang dilengkapi dengan QR code Firecek pada setiap tabungnya. Yuk, dapatkan APAR canggih ini DISINI! Ada free ongkir juga, loh!

Recommended Posts

Leave a Comment

0