Fire hydrant bekerja dengan mengalirkan air bertekanan tinggi saat kebakaran. Pasokan air bertekanan tinggi tersebut dihasilkan oleh pompa hydrant yang ada dalam sistem ini. Terus, gimana sih cara menghitung tekanan pompa hydrant? Yuk, baca penjelasannya!

Fungsi Pompa Hydrant Dalam Sistem Pemadam Kebakaran

cara menghitung tekanan pompa hydrant standar NFPA

Pompa hydrant adalah perangkat yang memiliki peran penting dalam instalasi fire hydrant system. Sistem ini dirancang untuk menyediakan pasokan air yang cukup dengan tekanan yang tinggi untuk memadamkan api dengan efektif.

Lalu, bagaimana cara menghitung tekanan pompa hydrant? Sebelumnya, Fire Gankz harus tahu bahwa ada beberapa jenis pompa hydrant dalam sistem pemadam kebakaran. Tiga jenis pompa hydrant dan fungsinya adalah sebagai berikut:

  • Pompa hydrant electric: Pompa yang ditenagai oleh listrik dan digunakan dalam situasi sehari-hari untuk mempertahankan tekanan serta pasokan air yang memadai dalam sistem hydrant.
  • Pompa hydrant diesel: Pompa ini dioperasikan oleh mesin diesel yang dirancang untuk mengatasi situasi darurat, ketika pasokan listrik terputus akibat kebakaran atau gangguan lainnya.
  • Pompa hydrant jockey: Pompa yang digunakan untuk mempertahankan tekanan konstan dalam sistem hydrant. Mampu bekerja secara otomatis untuk mengisi kehilangan tekanan akibat kebocoran pipa kecil, sambungan, atau klep yang bocor.

cara menghitung tekanan pompa hydrant yang tepat sesuai standar

Secara keseluruhan, fungsi pompa hydrant adalah untuk memompa air dari ground tank atau water reservoir menuju sistem pemadam kebakaran. Hal ini akan memastikan adanya pasokan air yang cukup untuk memadamkan api.

Pompa hydrant juga akan meningkatkan tekanan air dari sumber air. Tekanan air yang cukup sangat diperlukan agar selang pemadam kebakaran dan nozzle mampu menyemprotkan air ke titik api dengan kekuatan yang cukup.

Dengan bantuan pompa hydrant, air bisa mencapai titik api meskipun pada jarak yang cukup jauh. Ini memungkinkan petugas pemadam kebakaran bisa bekerja dengan aman dan efisien karena tidak harus terlalu dekat dengan sumber api.

Baca juga: Cara Inspeksi Pompa Hydrant Standar NFPA

Apa Itu Tekanan Pompa Hydrant dan Mengapa Penting?

Cara menghitung tekanan pompa hydrant agar sesuai kebutuhan

Tekanan pompa hydrant merujuk pada tekanan yang dihasilkan oleh pompa dalam sistem pemadam kebakaran. Tinggi rendahnya tekanan pompa hydrant sangat berpengaruh pada kemampuan nozzle dalam menyemprotkan air ke titik api dengan kekuatan yang cukup.

Sebelum membahas cara menghitung tekanan pompa hydrant, penting untuk memahami konsep dasar terkait dengan sistem hydrant. Tekanan dalam sistem hydrant adalah faktor kunci yang memungkinkan air mencapai tujuan dengan daya dorong yang cukup kuat.

Tekanan pompa hydrant diukur dalam psi (pound per square inch), kPa (kilo Pascal), atau tergantung pada sistem pengukuran yang digunakan. Ada dua jenis tekanan utama dalam sistem hydrant, yaitu tekanan statis dan tekanan dinamis.

  • Tekanan Statis: tekanan yang ada di dalam sistem ketika pompa hydrant sedang tidak digunakan. Ini mencakup tekanan dari berat air dalam pipa dan tekanan dari ketinggian.
  • Tekanan Dinamis: tekanan yang terjadi ketika air mengalir melalui pipa dan nozzle hydrant. Ini termasuk tekanan gesekan dan tekanan kerugian dalam sistem.
  • Tekanan Total: jumlah dari tekanan statis dan tekanan dinamis yang harus memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh badan regulasi nasional.

cara menghitung tekanan pompa hydrant standar SNI

Cara menghitung tekanan pompa hydrant sesuai standar sangat penting. Ini karena tekanan air hydrant mempengaruhi kemampuan sistem dalam memadamkan api secara efektif. Tekanan air memastikan bahwa aliran air memiliki daya semprot yang kuat.

Dengan tekanan yang memadai, air bisa mencapai titik api pada jarak yang diperlukan. Hal ini sangat penting, terutama pada situasi darurat di gedung bertingkat atau area luas dimana jarak nozzle hydrant dan titik api cukup jauh.

Oleh karena itu, pemilik bangunan dan fasilitas perlu memastikan bahwa tekanan air hydrant sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Lalu, bagaimana cara menghitung tekanan pompa hydrant menurut standar?

Cara Menghitung Tekanan Pompa Hydrant Sesuai Standar

Menghitung tekanan pompa hydrant adalah langkah penting dalam merancang sistem pemadam kebakaran yang efektif. Berikut ini adalah beberapa cara menghitung tekanan pompa hydrant secara umum:

1. Pahami Standar dan Peraturan yang Berlaku

Cara menghitung tekanan pompa hydrant yang pertama adalah memahami standar dan peraturan yang berlaku. Beberapa standar yang mengatur tentang penghitungan tekanan pompa hydrant antara lain:

  • NFPA 13: Standar untuk Instalasi Sistem Sprinkler
  • NFPA 14: Standar untuk Instalasi Selang dan Pipa Tegak
  • NFPA 20: Standar untuk Instalasi Pompa Sentrifugal
  • SNI 03-1735-2000: Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung
  • SNI 03-1745-2000: Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak dan Slang untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung

2. Identifikasi Kebutuhan Tekanan

cara menghitung tekanan pompa hydrant teknisi profesional

Setelah memahami standar yang berlaku, cara menghitung tekanan pompa hydrant berikutnya yaitu identifikasi kebutuhan. Tentukan jenis dan tingkat bahaya kebakaran yang mungkin terjadi di tempatmu.

Peraturan dan standar akan memberikan pedoman terkait tekanan yang diperlukan untuk berbagai jenis kebakaran, seperti kebakaran kelas A, B, atau C. Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan tingkat tekanan yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian tertentu dalam gedung.

Dalam hal ini, kamu harus berkomunikasi dengan konsultan fire protection system berpengalaman seperti Bromindo. Bromindo telah berpengalaman selama 25 tahun di industri ini, sehingga pelayanan dijamin maksimal dan sesuai standar.

3. Hitung Tekanan Statis

Tekanan statis adalah tekanan yang ada di dalam sistem ketika tidak ada aliran air dan pada saat pompa hydrant tidak sedang beroperasi. Tekanan ini sangat tergantung pada ketinggian air dalam ground tank.

Pastikan untuk mengukur ketinggian air dari permukaan air sampai ke titik dimana pasokan air keluar dari nozzle hydrant. Agar perhitungannya tidak keliru, kamu juga wajib konsultasi dengan tim teknisi Bromindo yang profesional.

4. Hitung Tekanan Dinamis

Cara menghitung tekanan pompa hydrant selanjutnya adalah menentukan tekanan dinamis. Tekanan dinamis merupakan tekanan yang terjadi ketika air mengalir melalui pipa, fitting, dan nozzle hydrant. Tepatnya pada saat sistem pemadam kebakaran sedang beroperasi.

Tekanan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Diameter pipa
  • Kecepatan aliran air
  • Gesekan pipa

5. Hitung Tekanan Total yang Diperlukan

Tekanan total adalah jumlah dari tekanan statis dan tekanan dinamis. Ini harus cukup untuk memenuhi kebutuhan pemadaman kebakaran sesuai standar dan peraturan yang berlaku.

6. Pilih Pompa yang Sesuai

Setelah melakukan cara menghitung tekanan pompa hydrant yang tepat, kamu juga harus pilih pompa hydrant yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan tekanannya. Pastikan kamu memilih pompa yang mampu memberikan tekanan yang dibutuhkan sesuai standar yang berlaku.

Baca juga: Distributor Pompa Hydrant Terlengkap di Indonesia Best Price

7. Gunakan Pengukur Tekanan

Untuk memastikan cara menghitung tekanan pompa hydrant sudah sesuai standar, pastikan kamu memiliki perangkat pengukur tekanan yang tepat dan dikalibrasi dengan benar. Periksa berkala untuk memastikan sistem berfungsi dengan baik.

Aplikasi Fire Pump Control untuk Monitoring Tekanan Air Hydrant 24 Jam

aplikasi control water level real time

Tekanan air hydrant adalah elemen utama yang menentukan sejauh mana sistem pemadam kebakaran dapat mengatasi bahaya kebakaran. Jika tekanan air pada sistem di bawah standar, ini bisa mengakibatkan pasokan air tidak memadai saat terjadi kebakaran.

Penurunan tekanan air bisa disebabkan karena kebocoran pada sistem, penggunaan hydrant tidak semestinya, atau masalah lainnya. Oleh karena itu, tekanan air hydrant harus dicek rutin untuk memastikan sesuai level atau standar yang ditetapkan.

Tapi, kalau harus mengecek tekanan air hydrant setiap hari tentu sangat merepotkan bukan? Untungnya, sekarang ada Welmo yang akan memudahkanmu untuk memantau level air di ground tank pada rangkaian instalasi fire hydrant.

Welmo by Firecek adalah solusi canggih untuk me-monitor air di ground tank pada rangkaian instalasi fire hydrant.

cara menghitung tekanan pompa hydrant dengan aplikasi pengecekan hydrant

Dengan Welmo, kamu bisa mengontrol ground tank agar level air selalu terjaga pada posisi yang diinginkan. Welmo juga dapat mengontrol kondisi fire pump aktif atau tidak dan me-manage fire pump set selalu dalam kondisi siap digunakan.

Aplikasi ini juga memberikan notifikasi otomatis saat tekanan air hydrant turun di bawah tingkat yang aman. Tentu saja, ini akan memberimu kesempatan untuk segera mengambil tindakan pencegahan, tanpa menunggu kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

Nah, itu dia cara menghitung tekanan pompa hydrant. Mau konsultasi kebutuhan hydrant-mu atau tertarik menggunakan aplikasi Welmo? Yuk, hubungi kontak kami! Kami siap bekerjasama dengan senang hati.

Recommended Posts

Leave a Comment

0